Kesal karna dipukul gak nangis-nangis, ibu ini pukul kemaluan anaknya dengan Palu

Image result for cewek pegang kemaluan
Ilustrasi


Kesadisan Fitria Rahayu terhadap anak angkatnya DA, 8 kini menjadi perhatian publik. Memang, kelakuan ibu angkat warga Jalan Padat Karya Komplek Purnama II, Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan ini sudah di luar batas kewajaran. Nalurinya sebagai ibu angkat maupun sebagai perempuan tak mampu membendung amarahnya. Mengapa Fitria tega hingga kalap hati menyiksa DA dengan memukul kepala anak angkatnya itu dengan palu bahkan menyiramnya dengan air panas.

Bahkan, dari beberapa foto yang beredar, punggung sang bocah yang sudah yatim piatu itu terlihat melepuh dan mengalami banyak luka.

Radar Banjarmasin mendapat kesempatan melakukan wawancara langsung dengan Fitria. Ada pengakuan mengejutkan dari Fitria saat ditanya mengapa ia sampai hati menyiram DA dengan air panas.

“Saya sering dipukuli suami. Terkadang saya melampiaskan emosi pada DA,” kata Fitria sambil menahan tangis mengingat perlakuan suaminya yang sering menyakitinya. 

Sebelum menikah dengan suaminya yang sekarang, Fitria mengaku juga sering mendapat perlakuan kasar dari suami pertamanya. “Saya menikah di bawah tangah dengan suami pertama dan yang sekarang ini. Saya sering dipukul suami saya yang dulu dan sekarang,” katanya.

Meski sering disakiti, Fitria mengaku masih sangat sayang dengan suaminya. Rasa sayang itulah yang membuatnya sanggup bertahan meski sering dipukul dan disiksa suaminya. “Saya sayang karena suami saya mau menerima keadaan saya yang tak bisa punya anak,” ujar Fitria.

Ia pun menceritakan, 6 bulan sejak mengadopsi DA, bocah tersebut mulai berubah sikap dan sering membuatnya marah. Fitria yang mengaku memiliki emosi yang tak bisa ditahan mulai memukul dan mencubit DA. “Kalau emosi sering saya cubit dan pukul. Tapi orangnya jarang menangis,” katanya.

Dari mencubit dan memukul, lama kelamaan Fitria mulai menyiksa DA dengan cara yang lebih sadis. Penyiksaan yang dialami DA pun bertubi-tubi. Mulai dipukul dengan palu, disiram air panas, sampai dipelintir hingga tangan kirinya patah. 

Suatu hari pernah DA ngompol saat menonton TV. Spontan emosi Fitria meledak dan langsung menarik DA lalu memukul kemaluannya dengan palu. Pukulan itu mengakibatkan bagian luar kemaluan DA membiru dan memar dan robek hingga bagian dalam. 

Tak hanya itu, Fitria pernah menyiramkan mi rebus yang sedang mendidih ke bagian belakang tubuh DA hingga melepuh. “Waktu itu saya kesal melihatnya sering keluar masuk dapur,” kata Fitria. Kesadisan lainnya Fitria pernah memukul kepala DA dengan palu hingga darah mengucur deras.

Fitria mengaku seperti hilang kesadaran saat melakukan semua penyiksaan itu. “Saya tak sadar. Emosi saya tak bisa ditahan lagi,” aku Fitria. Penyiksaan yang dilakukan Fitria memang tak pernah terungkap, karena ia mengancam DA untuk tidak menceritakan pada siapapun. 

“Saya ancam jangan ceritakan pada keluarganya. Saya bilang kalau menceritakan akan saya tambahi lagi,” ujar Fitria. Menariknya, menurut pengakuan Fitria, DA tak pernah menangis setiap kali dipukul. “Ia hanya sekali pernah minta ampun waktu saya pukul pakai palu di kepala,” cerita Fitria.

Penyiksaan yang dialami DA memang sungguh mengerikan. Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Arief Prasetya mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan di RS Hoegeng Iman Santoso Banjarmasin, terungkap ada 28 luka akibat kekerasan yang dialami DA. Diantaranya kepala belakang mengalami penonjolan jaringan ikat kulit. Kemudian terjadi pembengkakan kepala sebelah kiri sekitar 4 cm. Kelopak mata kiri atas luka memar disertai pembengkakan menyeluruh.

Selaput bola mata kiri mengalami pendarahan, kelopak mata kiri bawah mengalami memar (merah kebiruan). Pipi kanan dan pipi kiri luka memar dan biru kehitaman. Bahu kanan luka memar kebiruan. Leher, lengan atas, dada, dan perut mengalami sikatrik (relief kulit yang tak normal akibat jaringan yang tak utuh lagi). 

Pelaku
Kemudian timbul kumpulan jaringan ikat baru dengan bentuk cekung dan meninggi. Lengan kanan atas mengalami pembengkakan dan penonjolan tulang sekitar 4 cm. Siku kanan atas mengalami penonjolan tulang sekitar 2 cm. “Saat ini Unit PPA terus berusaha mengembalikan kondisi kejiwaan DA yang secara berangsung mulai ceria dan sudah bisa tersenyum kembali,” jelas Arief. 

Rencananya DA akan dibawa ke dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut memastikan kondisi kesehatannya. “Ada luka memar di kemaluannya. Kami akan lakukan pemeriksaan lebih dalam ke dokter spesialis untuk memastikan kondisinya,” kata (wawker.com)

0 Response to "Kesal karna dipukul gak nangis-nangis, ibu ini pukul kemaluan anaknya dengan Palu"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.